Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • DPP APINDO PROVINSI KALTARA
blog-img-10

Posted by : Administrator

20 Tahun Konservasi Mangrove PT MMA, APINDO Dorong Ekonomi dan Lingkungan Berjalan Beriringan

TARAKAN - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) turut hadir dalam peringatan 20 Tahun Aksi Konservasi Mangrove PT Mustika Minanusa Aurora (PT MMA) yang berlangsung di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Selasa (13/10/2026).

APINDO diwakili Direktur Eksekutif APINDO Rudolf Saut Butarbutar. Kegiatan peringatan dua dekade aksi konservasi tersebut ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, serta penanaman pohon mangrove sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

PT MMA secara konsisten menjalankan aksi konservasi dan rehabilitasi mangrove melalui kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai mitra, baik nasional maupun internasional. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam melindungi ekosistem pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Kota Tarakan.

Dalam sambutannya, Rudolf Saut Butarbutar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan upaya konservasi mangrove di Tarakan selama dua dekade terakhir.

“Peringatan 20 tahun ini bukan semata-mata menandai keberlangsungan sebuah inisiatif lingkungan, tetapi juga mencerminkan pentingnya komitmen jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor dalam memastikan pembangunan ekonomi berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan,” ujar Rudolf.

Menurutnya, bagi APINDO, pembangunan berkelanjutan merupakan bagian integral dari agenda penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi nasional. Pertumbuhan dunia usaha dan perlindungan lingkungan, kata dia, bukanlah dua kepentingan yang harus dipertentangkan.

“Keduanya perlu ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan yang saling mendukung dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” katanya.

Rudolf menjelaskan, komitmen tersebut tercermin dalam struktur kepengurusan APINDO periode 2023–2028 melalui Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan SDGs. Keberadaan bidang tersebut menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Dalam konteks tersebut, lanjut Rudolf, konservasi mangrove memiliki relevansi strategis, khususnya bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan pengembangan industri perikanan nasional.

APINDO juga berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup, bersama pemerintah daerah dapat terus memperkuat dukungan kebijakan bagi pengembangan industri pertambakan ikan dan udang nasional.

“Dukungan tersebut perlu diwujudkan melalui kerangka regulasi yang memberikan kepastian bagi dunia usaha sekaligus memastikan perlindungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir,” tutur Rudolf.

Menurutnya, hal tersebut semakin penting di tengah meningkatnya standar keberlanjutan di pasar global. Kemampuan Indonesia dalam memastikan praktik produksi yang bertanggung jawab akan turut menentukan daya saing, akses pasar, serta keberlanjutan ekspor produk perikanan nasional.

“Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha untuk memastikan bahwa agenda konservasi tidak hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan industri yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Peringatan 20 tahun aksi konservasi mangrove PT MMA menjadi momentum untuk memperkuat kembali kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir Tarakan.

Keberadaan kawasan mangrove juga memiliki nilai strategis dalam menjaga habitat berbagai jenis satwa, termasuk bekantan, yang menjadi salah satu kekayaan keanekaragaman hayati Kota Tarakan.

Melalui momentum dua dekade tersebut, sinergi lintas sektor diharapkan semakin kuat sehingga upaya pelestarian mangrove dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi dan industri yang berkelanjutan.

Sebagai penutup sambutannya, Rudolf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga komitmen konservasi mangrove selama 20 tahun terakhir.

“Kami berharap momentum ini semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang tangguh sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” pungkasnya.